Earthquake Disaster Management adalah blog yang sengaja dibuat untuk memenuhi Ujian Akhir Semester Jurusan Ilmu Komuikasi Universitas Kristen Petra Surabaya.
Minggu, 18 Desember 2011
Penjelasan Infographic
Fakta mengenai bencana gempa bumi:
· Bahwa di indonesia sendiri memiliki angka gempa bumi tertinggi yaitu 129
· Indonesia adalah negara yang memiliki potensi bencana gempa bumi terbesar di dunia yang dapat menimbulkan gelombang tsunami.
· Indonesia berada di pertemuan tiga lempengan bumi yang aktif
Dari fakta-fakta inilah bencana gempa bumi di Indonesia sering terjadi dan dapat menimbulkan gelombang tsunami.
Dengan adanya bencana gempa bumi yang sering terjadi di indonesia, maka kami membuat sebuah inovasi yaitu sebuah alat (alarm) yang dapat memberitahukan kepada warga indonesia mengenai bencana gempa yang sedang terjadi saat itu ataupun bencana gempa yang berindikasi terjadinya tsunami. Sehingga dengan adanya alarm ini, warga indonesia bisa bersiap-siap menjaga diri mencari perlindungan.
Langkah yang kami dilakukan sebelum terjadinya tsunami adalah
· Membuat dan melakukan instalasi sebuah alat “alarm penditeksi gempa bumi dan tsunami”
· 1. Menggunakan media online (website) untuk memberitahukan bagaimana menggunakan “alarm penditeksi gempa bumi dan tsunami”, menyediakan video bagaimana cara mengantisipasi gempa bumi dan juga info mengenai gempa bumi dan tsunami.
· 2. Memimpin langsung dalam sosialisasi di desa-desa mengenai bagaimana menggunakan “alarm penditeksi gempa bumi dan tsunami”, mengadakan pelatihan secara langsung dan berbagai info mengenai gempa dan tsunami.
· 3. Bekerjasama dengan BMKG, pihak pemerintah lokal dan juga tim penyelamat untuk bersama-sama membantu saat bencana gempa dan tsunami terjadi.
· 4. Merekrut karyawan yang ahli dalam bidang teknik dan meteorology, untuk membantu pelaksanaan saat terjadi gempa.
Saat terjadinya bencana:
· 1. Seluruh tim akan membantu mengevakuasi warga di lokasi terjadinya gempa.
· 2. Alarm akan berbunyi secara otomatis dan suara yang dihasilkan akan disesuaikan dengan frekuensi gempa (menurut skala gempa bumi) yang terjadi saat itu.
Setelah bencana:
· 1. Mendata korban yang terkena bencana.
· 2. Mengevaluasi penggunaan alarm apakah sudah bekerja dengan baik atau tidak.
· 3. Melakukan penelitian untuk membuat inovasi baru untuk bencana gempa bumi.
Yang harus disiapkan saat terjadi gempa:
· 1. Biscuit, atau makanan yang bisa tahan selama beberapa hari karena mudah dibawa dan dimakan saat menunggu tim SAR untuk di evakuasi
· 2. Memakai helm atau menggunakan benda-benda keras yang dapat melindungi kepala dari benda-benda tumpul saat gempa terjadi
· 3. Obat-obatan, untuk mengobati luka ringa akibat benturan benda-benda tumpul saat terjadi gempa
· 4. Uang tunai, untuk jaga-jaga memberi barang atau makanan
· 5. Senter/korek dan lilin, sebagai penerangan dimalam hari
· 6. Air mineral, untuk minum selagi menunggu pertolongan datang agar terhindar dari dehidrasi.
Alasan Memilih Topik Gempa Bumi
Alasan Memilih Topik Gempa Bumi
Indonesia merupakan negara yang memiliki titik gempa terbanyak di dunia, mencapai 129 titik. Selain itu, Indonesia merupakan negara rawan gempa terbesar di dunia yang dapat menimbulkan gelombang tsunami
Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng atau kulit bumi aktif, yaitu lempeng Indo Australia dibagian Selatan, lempeng Euro Asia dibagian Utara dan lempeng Pasifik di bagian Timur. Ketiga lempeng tersebut bergerak dan saling bertumbukan sehingga Lempeng Indo Australia menunjam ke bawah Lempeng Euro Asia.
Penunjaman Lempeng Indo Australia yang bergerak ke utara dengan Lempeng Euro Asia yang bergerak ke selatan menimbulkan jalur gempa bumi dan rangkaian gunung aktif sepanjang Sumatera, Jawa, dan Bali, Nusatengara, belok ke utara ke Maluku dan Sulawesi Utara, sejajar dengan jalur penunjaman kedua lempeng.
Daerah rawan gempa bumi di Indonesia tersebar pada daerah yang terletak dekat zona penunjaman maupun sesar aktif. Daerah* yang terletak dekat zona penunjaman adalah pantai Barat Sumatera, pantai Selatan Jawa, pantai Selatan Bali dan Nusa Tenggara, kepulauan Maluku, Maluku Utara, pantai Utara dan Timur Sulawesi dan pantai Utara Papua. Sedangkan daerah di Indonesia yang terletak dekat zona sesar aktif adalah daerah sepanjang Bukit Barisan di pulau Sumatera, Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Pulau Papua. Beberapa sesar aktif yang telah dikenal di Indonesia antara lain adalah sesar Sumatera, Cimandiri, Lembang, Baribis, Daerah Banten, Bali , Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku, dan sistem sesar aktif lainya yang belum terungkap.
Info Mengenai Bencana Gempa Bumi
Pengertian Gempa Bumi
Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Frekuensi suatu wilayah, mengacu pada jenis dan ukuran gempa bumi yang di alami selama periode waktu. Gempa bumi diukur dengan menggunakan alat seismometer. Moment magnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa bumi terjadi untuk seluruh dunia. Skala richter adalah skala yang di laporkan oleh observatorium seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitude. kedua skala yang sama selama rentang angka mereka valid. gempa 3 magnitude atau lebih sebagian besar hampir tidak terlihat dan besar nya 7 lebih berpotensi menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas, tergantung pada kedalaman gempa. Gempa bumi terbesar bersejarah besarnya telah lebih dari 9, meskipun tidak ada batasan besarnya. Gempa bumi besar terakhir besarnya 9,0 atau lebih besar adalah 9,0 magnitudo gempa di Jepang pada tahun 2011 (per Maret 2011), dan itu adalah gempa Jepang terbesar sejak pencatatan dimulai. Intensitas getaran diukur pada modifikasi Skala Mercalli .
Jika Terjadi Gempa :
- Pertama, tetap tenang dan jangan panik. Berlindunglah di tempat yang bisa melindungi anda dari benda-benda jatuh atau mebel yang ambruk, misalnya di kolong meja. Untuk melindungi kepala anda dari benda-benda yang jatuh, tutupilah kepala dengan bantal, helm, dll. Jika merasakan getaran, segeralah membuka pintu untuk menjaga agar anda bisa keluar dari rumah untuk mengungsi ke tempat pengungsian, setelah gempa berhenti. Kadang-kadang gempa menyebabkan kerusakan pada pintu, sehingga anda terkurung di dalam rumah. Yang penting harus diperhatikan, jika gempa terjadi, jangan tergesa-gesa untuk keluar rumah, karena dikhawatirkan jika anda keluar rumah akan terkena jatuhan bangunan, tembak dan pecahan kaca. . Tunggu sampai gempa mereda, dan sesudah agak tenang, ambil tas ransel berisi barang-barang keperluan darurat dan keluar dari rumah/gedung menuju ke tanah kosong sambil melindungi kepala dengan helm atau barang-barang yang dapat digunakan untuk melindungi kepala. Beberapa bulan lalu saya membaca berita bahwa ketika terjadi gempa di Jakarta, banyak orang-orang yang panik dan saling berebut untuk naik lift. Perlu diperhatikan bahwa jika terjadi gempa ada kemungkinan akan terjadi kerusakan pada lift, dan bisa-bisa anda terjebak di dalam lift jika menggunakannya. Gunakanlah tangga biasa untuk turun dari gedung. Janganlah panik dan terburu-buru, karena jika sekian banyak orang panik dan terburu-buru bisa terjadi kecelakaan di tengah kerumunan (misalnya, jatuh dari tangga).
- Kedua, cegah kebakaran dengan tenang. Matikan api kompor jika anda sedang memasak. Matikan juga alat-alat elektronik yang dapat menyebabkan timbulnya api. Jika terjadi kebakaran di dapur, segera padamkan api dengan menggunakan alat pemadam api. Jika tidak mempunyai pemadam api gunakan pasir atau karung basah. Kebakaran sangat rawan terjadi menyusul gempa bumi.
- Ketiga, jangan melewati jalan-jalan sempit dan tebing. Jika melewati jalan sempit, dikhawatirkan bisa tertimpa reruntuhan, sedangkan jika melewati tebing dikhawatirkan akan terjadi longsor.
- Keempat, perhatikan teknik mengungsi. Mengungsilah dengan berjalan kaki. Jika anda mengungsi dengan menggunakan mobil, dikhawatirkan akan terjadi kemacetan karena orang-orang sedang dalam kepanikan, dan juga karena rusaknya lampu pengatur lalu lintas. Pakailah pakaian yang tidak menyulitkan untuk bergerak (memakai celana panjang misalnya) dan bawalah barang-barang seperlunya ketika anda akan mengungsi. Jika gempa yang anda rasakan kuat, atau kecil tapi berlangsung dalam waktu lama, bersegeralah mengungsi ke tempat tinggi, karena ditakutkan akan terjadi tsunami.
- Kelima, dapatkan informasi yang tepat melalui televisi, radio, informasi dari petugas pemadam kebakaran, polisi. Jangan percaya dengan isu-isu yang tidak benar. Mudah-mudahan pemerintah Indonesia bisa terus melakukan langkah perbaikan agar bisa memberikan informasi yang tepat dan akurat ketika akan terjadi gempa dan tsunami.
- Keenam, bekerjasamalah dalam melakukan penyelamatan korban dan pengobatan. Tim penyelamatan kadang sulit untuk mencapai tempat kejadian ketika terjadi bencana. Oleh karena itu, sangat penting bagi masyarakat untuk melakukan langkah aktif dan saling bekerjasama.
- Jika gempa bumi terjadi pada saat Anda sedang menyetir kendaraan, jangan sekali-kali mengerem dengan mendadak atau menggunakan rem darurat. Kurangilah kecepatan secara bertahap dan hentikan kendaraan Anda di bahu jalan. Jangan berhenti di dekat pompa bensin, di bawah kabel tegangan tinggi, atau di bawah jembatan penyeberangan. Setelah itu mengungsilah ke tempat yang aman dengan berjalan kaki, atau mengikuti petunjuk polisi atau pengatur lalu lintas.
Persiapan Menghadapi Keadaan Darurat
- Ikutilah latihan dalam menghadapi keadaan darurat. Di Indonesia hal ini mungkin belum banyak dilaksanakan. Tapi, untuk kedepannya hal ini perlu dirintis agar jika keadaan darurat terjadi, masyarakat mengetahui langkah yang tepat untuk dilakukan. Mencari tahu lokasi tempat evakuasi dan rumah sakit yang terdekat juga hal penting untuk dilakukan. Jika pemerintah setempat tidak mempunyai tempat evakuasi, pastikan anda tidak pergi ke tempat yang lebih rendah atau tempat yang dekat dengan pinggir laut/sungai untuk menghindari tsunami.
- Mengadakan rapat keluarga tentang langkah-langkah menghadapi keadaan darurat. Misalnya, pembagian tugas barang-barang yang harus di bawa, dan siapa-siapa yang bertugas mengungsikan lansia dan anak-anak. Hal ini untuk mencegah agar tidak ada anggota keluarga yang tertinggal.
- mengecek dan menguatkan pondasi, tiang-tiang dan atap rumah.
- Mengecek dan menguatkan dinding-dinding pagar.
- Mengencangkan mebel yang mudah rubuh (seperti lemari pakaian) dengan langit-langit atau dinding dengan menggunakan logam berbentuk siku atau sekrup agar tidak mudah rubuh di saat terjadi gempa bumi Mencegah kaca jendela atau kaca lemari pakaian agar tidak pecah berantakan di saat gempa bumi dengan memilih kaca yang kalau pecah tidak berserakan dan melukai orang (Safety Glass) atau dengan menempelkan kaca film.
- Memiliki alat pemadam kebakaran atau penggantinya (misalnya karung yang nantinya dibasahi) di rumah.
- Menyiapkan tas ransel yang berisi (atau dapat diisi) barang-barang yang sangat dibutuhkan di tempat pengungsian. Barang-barang yang sangat diperlukan dalam keadaan darurat misalnya:
- Lampu senter berikut baterai cadangannya
- Air minum, bekas botol air mineral dapat digunakan untuk menyimpan air minum. Kebutuhan air minum biasanya 2 sampai 3 liter sehari untuk satu orang
- Kotak P3K berisi obat penghilang rasa sakit, plester, pembalut dan sebagainya
- Makanan yang tahan lama seperti biskuit
- Sejumlah uang tunai
- Buku tabungan
- Korek api, lighter
- Lilin
- Helm
- Pakaian dalam
- Barang-barang berharga yang harus dibawa di saat keadaan darurat
sumber(kecuali video): http://pmij.us/teknologi/189-langkah-langkah-menghadapi-gempa-bumi-2.html
Banyaknya terjadi gempa bumi belakangan ini menyebabkan kita harus tahu
bagaimana menghadapi gempa tersebut apabila kita yang mengalaminya.
Berikut tips-tips penting yang kami dapat dari Bakornas.
Bila berada didalam rumah:
1. Jangan panik dan jangan berlari keluar, berlindunglah dibawah meja
atau tempat tidur.
2. Bila tidak ada, lindungilah kepala dengan bantal atau benda lainnya.
3. Jauhi rak buku, almari dan jendela kaca.
4. Hati-hati terhadap langit-langit yang mungkin runtuh, benda-benda
yang tergantung di dinding dsb.
Bila berada di luar ruangan:
1. Jauhi bangunan tinggi, dinding, tebing terjal, pusat listrik dan
tiang listrik, papan reklame, pohon yang tinggi, dsb.
2. Usahakan dapat mencapai daerah yang terbuka.
3. Jauhi rak-rak dan jendela kaca.
Bila berada di dalam ruangan umum:
1. Jangan panik dan jangan berlari keluar karena kemungkinan dipenuhi orang.
2. Jauhi benda-benda yang mudah tergelincir seperti rak, almari dan
jendela kaca dsb.
Bila sedang mengendarai kendaraan:
1. Segera hentikan di tempat yang terbuka.
2. Jangan berhenti di atas jembatan atau dibawah jembatan
layang/jembatan penyeberangan.
bagaimana menghadapi gempa tersebut apabila kita yang mengalaminya.
Berikut tips-tips penting yang kami dapat dari Bakornas.
Bila berada didalam rumah:
1. Jangan panik dan jangan berlari keluar, berlindunglah dibawah meja
atau tempat tidur.
2. Bila tidak ada, lindungilah kepala dengan bantal atau benda lainnya.
3. Jauhi rak buku, almari dan jendela kaca.
4. Hati-hati terhadap langit-langit yang mungkin runtuh, benda-benda
yang tergantung di dinding dsb.
Bila berada di luar ruangan:
1. Jauhi bangunan tinggi, dinding, tebing terjal, pusat listrik dan
tiang listrik, papan reklame, pohon yang tinggi, dsb.
2. Usahakan dapat mencapai daerah yang terbuka.
3. Jauhi rak-rak dan jendela kaca.
Bila berada di dalam ruangan umum:
1. Jangan panik dan jangan berlari keluar karena kemungkinan dipenuhi orang.
2. Jauhi benda-benda yang mudah tergelincir seperti rak, almari dan
jendela kaca dsb.
Bila sedang mengendarai kendaraan:
1. Segera hentikan di tempat yang terbuka.
2. Jangan berhenti di atas jembatan atau dibawah jembatan
layang/jembatan penyeberangan.
Check this out
Video berikut merupakan sebuah eksperimen Universitas di Tokyo. Terdapat pula hal penting yang harus dilakukan saat menghadapi gempa
Yang Harus dilakukan Saat Gempa terjadi
Saat terjadi gempa, berlindunglah pada benda keras yang dapat melindungi badan terutama kepala anda. seperti berlindung di bawah meja, di bawah kursi.
Langganan:
Postingan (Atom)






